Andrie Yunus, Menanti Keadilan dengan Sebelah Mata
Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, mengalami serangan cairan kimia dari prajurit TNI pada Maret lalu yang menyebabkan kehilangan penglihatan mata kanan dan luka bakar pada 20 persen permukaan tubuhnya. Selama tujuh bulan berada di rumah aman di bawah perlindungan LPSK, Andrie telah menjalani tujuh kali operasi, termasuk tiga kali operasi rekonstruksi mata dan empat kali bedah plastik serta pencangkokan kulit. Meskipun ruang geraknya sangat terbatas, Andrie tetap menjaga semangat dengan membaca dan menulis catatan harian untuk mengelola trauma.
Poin-Poin Utama
- Andrie Yunus menjabat sebagai Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan.
- Andrie Yunus tinggal di rumah aman di bawah perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban selama tujuh bulan.
- Serangan cairan kimia dilakukan prajurit TNI menggunakan campuran pembersih karat dan air aki.
- Serangan terjadi pada Maret 2026 dan menyasar wajah Andrie Yunus.
- Serangan menyebabkan luka bakar pada sekitar 20 persen luas permukaan tubuhnya.
- Paparan zat korosif merusak sedikitnya 40 persen sel punca pada kornea mata kanan Andrie.
- Bola mata kanan Andrie mengalami kebocoran sebelum ditangani tim medis tanpa komplikasi infeksi.
- Andrie telah menjalani tiga kali operasi mata di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
- Kini bola mata kanan Andrie ditutup jaringan selaput pelindung dan dijahit selama empat hingga enam bulan.
- Andrie sudah tujuh kali menjalani operasi, meliputi tiga operasi rekonstruksi mata dan empat operasi bedah plastik.
- Serangan merenggut separuh fungsi penglihatan Andrie; mata kanannya hanya mampu menangkap cahaya.
- Bekas operasi cangkok kulit meninggalkan jaringan parut tebal, keloid, dan kontraktur di tubuh serta lehernya.
- Andrie wajib mengenakan pakaian tekan ketat medis sepanjang hari untuk mencegah kulit mengerut.
- Andrie mengisi hariannya dengan fisioterapi mandiri, membaca buku, dan menulis catatan harian.
- Andrie Yunus berusia 28 tahun dan mengirimkan pesan suara serta surat terbuka pada awal April 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.