Menkomdigi Imbau Warga Waspadai Dampak Erupsi Anak Krakatau
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III (Siaga) sejak 4 September 2026, dengan sebaran abu vulkanik mencapai Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Ia meminta masyarakat memantau informasi hanya dari sumber resmi seperti PVMBG, BMKG, dan BNPB, serta tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi untuk menghindari kepanikan. Menkomdigi juga mengeluarkan imbauan keselamatan, termasuk penggunaan masker N95/KN95, kacamata pelindung, menjauhi radius 3 kilometer dari kawah, serta membatasi aktivitas luar ruangan di wilayah terdampak abu vulkanik.
Poin-Poin Utama
- Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengimbau warga waspadai erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Gunung Anak Krakatau menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan sejak Jumat (4/9) malam.
- Status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga per Minggu (6/9/2026).
- Abu vulkanik terdeteksi menyebar ke Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
- Erupsi menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan.
- Isu potensi tsunami muncul akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
- Dentuman dan getaran dirasakan di sebagian wilayah Jawa Barat.
- Meutya meminta warga memantau informasi dari PVMBG, BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah.
- Warga dilarang menyebarkan informasi belum terverifikasi terkait Gunung Anak Krakatau.
- Masker N95 atau KN95 disarankan untuk aktivitas luar ruangan di wilayah terdampak abu.
- Kacamata pelindung disarankan dan lensa kontak harus dihindari saat udara terdampak abu.
- Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di ruang terbuka selama sebaran abu berlangsung.
- Pengendara diminta kurangi kecepatan karena abu mengurangi jarak pandang dan licinkan jalan.
- Tangan dan wajah harus dicuci setelah aktivitas luar ruangan, sumber air harus dilindungi dari abu.
- Aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif dilarang sesuai rekomendasi PVMBG.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.