Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Netral

Mengapa Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Bisa Mencapai Area Begitu Luas?

Senin, 7 September 2026, 08:31 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun pada 4-6 September 2026 dengan karakter letusan strombolian yang menghasilkan lontaran material pijar, lava fountain, dan aliran lava sehingga sebaran abu vulkanik meluas ke Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu termasuk Pulau Enggano berjarak 350 km. Luasnya sebaran abu dipengaruhi oleh volume abu yang besar, puncak kemarau, serta arah angin berbeda pada lapisan hingga 20.000 kaki dan 50.000 kaki, sehingga sejumlah bandara termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma ditutup dan penerbangan terganggu. Abu vulkanik mengandung silika dan partikel kaca tajam yang berisiko mengganggu pernapasan, merusak mesin jet, serta fasilitas mekanik dan elektronik jika terpapar.

Poin-Poin Utama

  • Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda erupsi beruntun sejak Jumat hingga Minggu (4-6/9/2026).
  • Erupsi pertama terjadi Jumat pukul 22.03 WIB dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dan durasi 29 detik.
  • Erupsi berikutnya terjadi pukul 22.42 selama 56 detik dengan letusan strombolian.
  • Erupsi pada pukul 22.53 dan 23.07 disertai letusan strombolian secara menerus dengan durasi semakin panjang.
  • Sabtu pukul 00.01 erupsi berlangsung 1 jam 13 menit menghasilkan lava fountain dan aliran lava.
  • Hingga pukul 18.00 Sabtu amplitudo erupsi 70 milimeter dengan durasi 21.600 detik atau enam jam.
  • Minggu erupsi terjadi pukul 03.53 selama 30 detik dan pukul 07.10 selama 16 detik.
  • Abu vulkanik awalnya menyebar di Lampung Selatan, Pringsewu, dan Kota Bandar Lampung.
  • Abu meluas ke Bandar Lampung, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Barat, dan Pesisir Barat.
  • Sebaran abu mencapai Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya.
  • Abu menjangkau Pulau Enggano di ujung barat Bengkulu, berjarak 350 kilometer dari Anak Krakatau.
  • Delapan bandara ditutup: Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Raden Inten II, Hussein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, Atung Bungsu, dan Taufiq Kiemas.
  • Dampak kali ini lebih luas dibanding erupsi tahun 2018 menurut Deputi Meteorologi BMKG Andri Ramdhani.
  • Sebaran hingga 20.000 kaki bergerak timur laut hingga selatan; hingga 50.000 kaki bergerak barat daya hingga barat laut.
  • Abu vulkanik mengandung silika dan material kaca tajam berisiko ganggu pernapasan, iritasi mata, dan masalah kulit.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#erupsi#bmkg#selat sunda#bencana alam#penutupan bandara
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya