Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Berita Netral

Abu Vulkanis Anak Krakatau Masuk Jakarta, Warga Diminta Pakai N95

Senin, 7 September 2026, 09:09 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Abu vulkanis akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga telah mencapai Jakarta, sehingga Pemprov DKI meminta warga membatasi aktivitas luar ruang, memakai masker N95 atau KN95, serta memakai kacamata pelindung. Abu harus dibasahi sebelum dibersihkan dan pintu, jendela, serta sumber air ditutup untuk mencegah kontaminasi; kelompok rentan diminta lebih berhati-hati dan warga dengan sesak napas, Batuk berat, nyeri dada, atau gangguan penglihatan harus segera menuju fasilitas kesehatan.

Poin-Poin Utama

  • Abu erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai Jakarta pada Ahad, 6 September 2026.
  • Gunung Anak Krakatau berada pada level III atau Siaga.
  • Pemprov DKI Jakarta meminta warga memakai masker atau alat pelindung diri di luar ruangan.
  • Warga diminta menutup pintu, jendela, dan sumber air untuk mencegah kontaminasi abu.
  • Aktivitas luar ruangan perlu dibatasi saat konsentrasi abu tampak pekat.
  • Abu harus dibasahi sebelum dibersihkan agar partikel tidak kembali beterbangan.
  • Partikel abu vulkanis dapat mengandung silika dan material kaca vulkanis abrasif.
  • Paparan abu dapat memicubatuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, asma, dan PPOK.
  • Abu vulkanis dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit.
  • Masker KN95 atau N95 dan kacamata pelindung disarankan bagi warga yang harus.
  • Warga diminta mandi, keramas, dan mengganti pakaian setelah kembali ke rumah.
  • Penyiraman berlebihan dapat menggumpalkan abu dan menyumbat saluran air.
  • Anak-anak,, ibu hamil, dan warga dengan penyakit pernapasan termasuk kelompok rentan.
  • Sesak napas,batuk, nyeri dada, atau gangguan penglihatan memerlukan kunjungan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#erupsi#bmkg#jakarta#dki jakarta#kesehatan#pramono anung#n95#abu vulkanis
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya