Bandara Ditutup, Ini Efek Serius Abu Vulkanik ke Mesin Pesawat
Empat bandara di Indonesia ditutup sementara akibat terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang meletus pada Minggu (6/9) malam. Menurut USGS, partikel abu vulkanik yang tajam dan memiliki titik leleh rendah dapat mengikis bilah kompresor, menumpuk sebagai endapan kaca di bagian turbin, serta menyebabkan kemacetan kompresor dan kehilangan daya dorong, bahkan kematian mesin dalam penerbangan (seperti insiden Gunung Redoubt, Alaska 1989). Penutupan operasional penerbangan di empat bandara tersebut diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.
Poin-Poin Utama
- Empat airports ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Bandara terdampak: Soekarno-Hatta (CGK), Halim Perdanakusuma (HLP), Radin Inten II (TKG), Husein Sastranegara (BDO).
- Penutupan diperpanjang sampai 7 September 2026 pukul 18.00 WIB.
- Penutupan dilakukan oleh PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).
- Gunung Anak Krakatau erupsi tercatat pukul 20.23 WIB pada 6 September.
- USGS memantau 79 insiden pesawat bertemu abu vulkanik.
- Partikel abu vulkanik mengikis bilah kipas kompresor saat terhisap ke mesin.
- Material silikat berkaca dalam abu vulkanik memiliki titik leleh lebih rendah dari suhu pembakaran mesin jet.
- Abu yang meleleh menumpuk sebagai endapan kaca di bagian mesin lebih dingin.
- Endapan kaca terbentuk pada bilah pengarah nosel turbin tekanan tinggi.
- Abu tidak meleleh menumpuk di rotor turbin tekanan tinggi.
- Penumpukan abu dapat memicu in-flight compressor stall dan loss of thrust power.
- Tercatat 9 kejadian kegagalan fungsi mesin di tengah penerbangan akibat abu vulkanik.
- Pesawat kehilangan keempat turbinnya akibat letusan Gunung Redoubt di Alaska tahun 1989.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.