Erupsi Berakhir, Gunung Anak Krakatau Tetap Berstatus Siaga
Erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir sejak 6 September 2026, namun status aktivitas tetap pada Level III atau Siaga berdasarkan analisis Badan Geologi Kementerian ESDM. Masyarakat, pengunjung, dan pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat gunung untuk menghindari bahaya awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat. Warga terdampak abu vulkanik diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan dan mengenakan masker saat berada di luar rumah.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir pada Minggu, 6 September 2026.
- Status aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga) per Senin (7/9/2026).
- Penetapan status dilakukan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
- Zona steril 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung berlaku bagi masyarakat dan pengunjung.
- Pendaki dan wisatawan dilarang memasuki radius 3 kilometer tersebut.
- Ancaman bahaya meliputi awan panas, aliran lava, dan lontaran batu pijar.
- Hujan abu lebat juga menjadi potensi bahaya di sekitar gunung.
- Masyarakat terdampak abu vulkanik disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah.
- Penggunaan masker diwajibkan bagi warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan.
- Tujuan penggunaan masker adalah menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.