Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, KAI Operasikan KA Tambahan
KAI Daop 3 Cirebon mengoperasikan tiga kereta api tambahan dan menambah kapasitas dua KA reguler (Anggrek dan Gumarang) guna mengantisipasi dampak vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap kebutuhan angkutan penumpang. Tiga KA tambahan tersebut melayani relasi Yogyakarta–Gambir, Malang–Gambir, dan Semarang Tawang–Gambir, dengan prioritas pada keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran operasional. KAI memastikan perjalanan KA di wilayah Daop 3 Cirebon masih berjalan normal sambil terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Poin-Poin Utama
- KAI mengoperasikan tiga kereta api tambahan akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- KA Tambahan pertama relasi Yogyakarta–Gambir berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB.
- KA Tambahan kedua relasi Malang–Gambir berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB.
- KA Tambahan ketiga relasi Semarang Tawang–Gambir berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 20.15 WIB.
- KAI meningkatkan kapasitas KA Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir.
- KAI meningkatkan kapasitas KA Gumarang relasi Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen.
- Penyesuaian layanan dilakukan Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, pada Senin (7/9/2026).
- KAI memprioritaskan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.
- KAI Daop 3 Cirebon terus memantau perkembangan kondisi vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- KAI mengimbau pelanggan berangkat lebih awal ke stasiun dan memeriksa jadwal keberangkatan.
- Informasi perjalanan resmi tersedia di aplikasi Access by KAI dan situs resmi KAI.
- Informasi aktivitas Gunung Anak Krakatau mengacu pada keterangan resmi Badan Geologi/PVMBG.
- Perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon masih berjalan normal saat pernyataan disampaikan.
- KAI menyiapkan sarana, prasarana, dan petugas untuk menjaga keselamatan perjalanan.
- Badan Geologi mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pihak berwenang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.