Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kesehatan Netral

Cara Melindungi Anak dari Bahaya Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026, 12:14 WIB Sumber: Kompas Dibaca 2 kali
Ukuran:

IDAI mengeluarkan panduan melindungi anak dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyelimuti Jakarta dan sekitarnya, mengingat anak sebagai kelompok rentan terhadap gangguan pernapasan akut, asma, serta iritasi kulit dan mata akibat partikel abrasif dan gas iritan. Langkah utama meliputi menjaga anak tetap di dalam rumah dengan sirkulasi udara tertutup rapat, membersihkan debu menggunakan kain basah, serta mengenakan masker, pelindung mata, dan pakaian tertutup saat terpaksa keluar. IDAI juga menekankan pentingnya pemantauan gejala pernapasan, ketersediaan obat rutin dan darurat bagi anak dengan riwayat asma atau alergi, serta menghindari polusi asap tambahan di dalam rumah.

Poin-Poin Utama

  • Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Banten, Lampung, dan sebagian Jawa Barat.
  • Ketua PP IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyatakan abu vulkanik dapat menggores dan mengiritasi saluran pernapasan anak.
  • Abu vulkanik terbentuk dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik halus dengan permukaan tajam dan abrasif.
  • Abu vulkanik mengandung gas sulfur dioksida (SO₂) dan karbon monoksida (CO) yang memicu iritasi saluran napas.
  • Ketua UKK Respirologi IDAI Wahyuni Indawati menyebut gejala umum meliputi bersin, batuk, pilek, dan sesak napas.
  • Anak dengan riwayat asma, alergi, atau penyakit paru kronis berisiko mengalami serangan akut atau eksaserbasi.
  • Bayi dengan riwayat displasia bronkopulmonal dan anak dengan penyakit jantung bawaan masuk kelompok berisiko tinggi.
  • Tanda bahaya: napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, atau saturasi oksigen di bawah 94 persen.
  • IDAI merekomendasikan pengungsian anak jauh dari lokasi terdampak sebagai langkah paling ideal.
  • Jika tidak mengungsi, anak tetap di dalam rumah tertutup rapat dan AC dimatikan atau disetel ke mode recirculation.
  • Kipas angin tidak boleh dinyalakan karena meniup kembali partikel abu yang mengendap.
  • Pembersihan abu memakai lap basah atau membasahi lantai untuk mencegah debu beterbangan; menyapu kering dilarang.
  • Saat keluar rumah, anak wajib memakai masker khusus anak, pelindung mata, dan pakaian tertutup.
  • Anak dengan asma atau alergi harus menyiapkan obat rutin dan obat darurat.
  • Asap rokok dan asap dapur di dalam rumah harus dihindari karena memperburuk iritasi saluran napas.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#erupsi#kemenkes#kesehatan anak#budi gunadi sadikin#pernapasan#idai
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya