Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Humaniora Netral

Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas ke Banten hingga Bengkulu

Senin, 7 September 2026, 13:48 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

9 BMKG pada 7 September 2026. Dampak sebaran abu menyebabkan otoritas penerbangan menutup sementara delapan bandara di Jawa dan Sumatra, termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, hingga pukul 18.00 WIB. BMKG terus memperbarui informasi melalui 39 dokumen SIGMET dan mengimbau masyarakat terdampak tetap tenang, menggunakan masker serta membatasi aktivitas luar ruangan.

Poin-Poin Utama

  • Gunung Anak Krakatau erupsi pertama kali pada 4 September 2026.
  • Analisis citra satelit Himawari-9 pada 7 September 2026 pukul 09.00 WIB menunjukkan pola angin mendorong sebaran abu ke arah barat.
  • Wilayah terdampak sebaran abu meliputi sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, dan Bengkulu.
  • Pada lapisan permukaan hingga 15.000 kaki (sekitar 4,57 km), abu meluas ke barat daya hingga barat laut.
  • Pada lapisan permukaan hingga 50.000 kaki (sekitar 15,24 km), abu teramati lebih jauh di Samudra Hindia barat hingga barat daya.
  • Sebaran abu pada lapisan tinggi bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
  • Sejak 4 September 2026, BMKG telah menerbitkan 39 dokumen Significant Meteorological Information (SIGMET).
  • SIGMET terbaru berlaku 7 September 2026 pukul 06.30-09.30 WIB mencatat abu hingga altitudes 15.000 kaki.
  • Abu bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 knot dan intensitas konsisten.
  • Paper test pada pukul 07.00 WIB mengonfirmasi keberadaan abu vulkanik di sejumlah bandara.
  • Delapan bandara di Pulau Jawa dan Sumatra ditutup sementara hingga pukul 18.00 WIB.
  • Bandara yang ditutup termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Atungbusu.
  • BMKG meminta warga membatasi kegiatan luar ruang dan menggunakan masker serta kacamata pelindung.
  • BMKG meminta masyarakat mengacu pada informasi resmi dari BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah.
  • Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi BMKG bernama Andri Ramdhani; Kepala BMKG bernama Teuku Faisal Fathani.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#erupsi#bmkg#penerbangan#sigmet
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya