Update Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hasil Paper Test 4 Bandara Negatif Abu Vulkanik
Soekarno-Hatta, Budiarto, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara—menunjukkan negatif abu vulkanik, dengan Soekarno-Hatta sudah empat kali berturut-turut negatif. BMKG terus berkomunikasi dengan VAAC Darwin untuk pemulihan SIGMET sebagai dasar pembukaan bertahap bandara oleh Kementerian Perhubungan, namun Menhub Dudy menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru karena faktor arah angin yang bisa membawa kembali partikel abu. Hingga Senin (7/9) pagi, hanya Bandara Atung Bungsu yang beroperasi kembali, sementara tujuh bandara lain masih ditutup, dan VAAC memperkirakan persebaran abu masih berlangsung hingga Selasa (8/9) pukul 06.10 WIB.
Poin-Poin Utama
- BMKG melaporkan empat bandara utama menunjukkan hasil negatif abu vulkanik berdasarkan metode paper test.
- Empat bandara tersebut adalah Soekarno-Hatta (Banten), Budiarto (Curug), Halim Perdanakusuma (Jakarta), dan Husein Sastranegara (Bandung).
- Bandara Soekarno-Hatta mencatatkan hasil negatif selama empat kali pengujian berturut-turut.
- Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Terbatas di Jakarta pada Senin (7/9/2026).
- BMKG berkomunikasi intensif dengan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia untuk pemulihan peringatan SIGMET.
- Pemulihan SIGMET menjadi rujukan Kementerian Perhubungan membuka kembali operasional bandara secara bertahap.
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah tidak ingin tergesa-gesa membuka bandara.
- Faktor perubahan arah angin yang dapat membawa kembali abu vulkanik menjadi pertimbangan utama keselamatan.
- Hingga Senin (7/9) pagi, hanya satu bandara yang dioperasikan kembali, yaitu Bandara Atung Bungsu (Pagar Alam).
- Tujuh bandara masih berstatus penutupan sementara: Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten, Budiarto, Husein Sastranegara, Taufik Kiemas, dan Pondok Cabe.
- VAAC Darwin memprakirakan persebaran abu vulkanik masih berlangsung hingga Selasa, 8 September 2026, pukul 06.10 WIB (23.10 UTC).
- Pantauan terakhir pada pukul 12.30 WIB menunjukkan abu vulkanik berada di ketinggian 15.000 kaki.
- Arah pergerakan abu vulkanik ke barat daya dengan kecepatan 10 knot.
- Paper test dilakukan secara berkala oleh BMKG untuk memantau keberadaan abu vulkanik di permukaan bandara.
- Keputusan pembukaan bandara akan diambil berdasarkan hasil paper test terbaru.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.