Perang Berlarut, Ekonomi Iran dan AS Semakin Babak Belur
Iran menaikkan harga bensin hingga dua kali lipat menjadi 10.000 toman per liter bagi konsumsi bulanan di atas 110 liter, sementara kelompok bersubsidi tetap memakai tarif lama. Keputusan ini diambil saat ekonomi Iran tertekan oleh perang, pelemahan rial, inflasi 69,9 persen, peningkatan pengangguran, pendapatan yang tertinggal, serta anjloknya ekspor minyak dari 1,7 juta menjadi sekitar 260.000 barel per hari akibat blokade dan AS. Kondisi tersebut juga membebani ekonomi AS setelah perang dimulai oleh Presiden Donald Trump.
Poin-Poin Utama
- Iran naikkan harga bensin konsumsi di atas 110 liter per bulan mulai Selasa (8/9/2026).
- Harga bensin naik dari 5.000 toman (Rp 400) menjadi 10.000 toman (Rp 800) per liter.
- Subsidi tetap: 1.500 toman untuk 60 liter pertama, 3.000 toman untuk 50 liter berikutnya per bulan.
- 1 toman setara 10 rial Iran.
- Iran bentuk Markas Perang Ekonomi untuk atasi memburuknya ekonomi domestik.
- Nilai tukar rial di pasar gelap capai lebih dari 2,2 juta per dolar AS pada Minggu (6/9/2026).
- Sebelum perang 28 Februari, nilai tukar sekitar 1,7 juta rial per dolar AS; rekor terendah akhir April sekitar 1,8 juta.
- Setahun sebelumnya, rial bernilai sekitar 1 juta per dolar AS.
- Rata-rata inflasi 12 bulan capai 69,9 persen; harga makanan, minuman, tembakau hampir dua kali lipat lebih tinggi.
- Tingkat pengangguran naik jadi 9,1 persen pada pertengahan 2026 dengan 450.000 pekerja hilang dibanding setahun sebelumnya.
- Rata-rata gaji bulanan sekitar 125 dolar AS (Rp 2,2 juta); kebutuhan pokok rumah tangga capai 450 dolar AS (Rp 7,9 juta).
- Ekspor minyak mentah Iran anjlok ke sekitar 260.000 barel per hari awal September, dari 1,7 juta barel per hari setahun sebelumnya.
- AS blokade pelabuhan Iran sejak pertengahan April; Pulau Kharg pusat ekspor alami hingga 550 serangan.
- Perdagangan Iran turun 25-35 persen; impor terdampak lebih besar dari ekspor menurut Presiden Pezeshkian.
- Iran produsen minyak terbesar ketiga OPEC.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.