Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Umum Netral

Intelijen AS: Iran Berencana Eskalasi Perang Jelang Pemilu Paruh Waktu

Minggu, 6 September 2026, 19:00 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 2 kali
Ukuran:

Intelijen AS menilai Iran bertekad memperpanjang eskalasi perang hingga pemilu paruh waktu November karena menganggap kelanjutan konflik dan harga bahan bakar tinggi merugikan Trump dan Partai Republik secara politik. Iran merasa semakin percaya diri dengan kemampuan militer, stok amunisi AS yang menipis, serta kendali atas Selat Hormuz. Trump memperingatkan serangan balasan dan klaim AS berhasil mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, namun belum ada tanda Iran bersedia mencapai kesepakatan baru dengan Washington.

Poin-Poin Utama

  • Intelijen AS menilai Iran bertekad meningkatkan eskalasi perang dengan Washington.
  • Iran merencanakan memperpanjang konflik hingga pemilu paruh waktu November.
  • Iran meyakini perang berkepanjangan dan harga bahan bakar tinggi merugikan Trump dan Partai Republik.
  • Iran merasa lebih percaya diri setelah enam bulan terlibat konflik.
  • Iran yakin AS kesulitan melakukan serangan besar karena menipisnya stok amunisi.
  • Iran merasa memiliki posisi tawar kuat melalui kendali Selat Hormuz.
  • Iran memiliki stok besar rudal dan drone.
  • Ketegangan fisik terus meningkat meski gencatan senjata April.
  • Iran menembakkan rudal dan drone ke pangkalan AS di Yordania.
  • Serangan AS menewaskan 11 orang dalam dua insiden terpisah di wilayah Iran.
  • Serangan AS pada acara pernikahan menewaskan empat orang dan melukai lebih dari 50 orang.
  • Militer Israel mengonfirmasi peluncuran rudal Iran ke arah Yordania.
  • Trump mengklaim AS mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dalam lima bulan terakhir.
  • Trump mengancam serangan balasan menghancurkan jika situasi memburuk.
  • Trump menyebut kemungkinan serangan ke Pickaxe Mountain, 1,5 km dari fasilitas nuklir Natanz.
Tagar Terkait
#iran#amerika serikat#donald trump#as-iran#investigasi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya