Abu Anak Krakatau Ganggu 8 Bandara, BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatra Selatan, sehingga delapan Bandara sempat ditutup meski tidak ada korban jiwa atau kerusakan. BNPB menyiapkan operasi modifikasi cuaca melalui tiga lokasi alternatif untuk mempercepat luruhnya abu dan memulihkan konektivitas udara, sambil terus memantau perkembangan erupsi yang dinilai menurun dan risikonya lebih kecil dibandingkan erupsi 2018.
Poin-Poin Utama
- Abu vulkanik Anak Krakatau ganggu penerbangan di empat provinsi.
- Delapan bandara sempat ditutup akibat sebaran abu.
- Bandara ditutup: Raden Inten II, Taufiq Kiemas, Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Pondok Cabe, Budiarto, Atung Bungsu.
- Abu sebar ke DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Sumatra Selatan sejak Minggu hingga Senin pagi.
- Tren erupsi 2026 menurun dibanding erupsi 2018.
- Tingkat erupsi 2026 lebih rendah dari 2018.
- BNPB: belum ada korban jiwa atau kerusakan.
- Belum ada kabupaten tetapkan status kedaruratan.
- BNPB gelar operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk percepat luruhnya abu.
- OMC hari pertama gagal karena pesawat tidak bisa terbang.
- Strategi OMC: siaga tim di Pondok Cabe.
- Strategi OMC: Bandara Kertajati jadi titik operasi.
- Strategi OMC: pesawat OMC dari Kalimantan pindah ke Semarang, operasi dari Bandara Ahmad Yani.
- BNPB kordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan provinsi untuk pantau situasi dan logistik.
- BMKG dan Badan Geologi akan jelaskan perkembangan aktivitas gunung api lebih lanjut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.