Abu Anak Krakatau Ganggu Warga Jakarta, Masker Dibagikan di 44 Kelurahan
Satpol PP Jakarta Pusat membagikan 4.000 masker ke 44 kelurahan untuk antisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sebabkan gangguan mata dan pernapasan pada warga. BMKG melaporkan sebaran abu mencapai Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu berdasarkan citra satelit 6 September 2026, sehingga sejumlah bandara di Jawa dan Sumatra ditutup sementara. Masyarakat diimbau gunakan masker, kurangi aktivitas luar ruangan, dan ikuti informasi resmi.
Poin-Poin Utama
- Jakarta Pusat residents report eye irritation from Anak Krakatau ash.
- Satpol PP distributed 4,000 masks across 44 kelurahan.
- Distribution simultaneous, led by Purnama Hasudungan Panggabean.
- Locations include Bundaran HI, markets, train stations, residential zones, busy roads.
- BMKG analyzed satellite imagery Sunday (6/9/2026) morning.
- Ash spread reached Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bengkulu.
- Ash reached altitude ~20,000 feet, moved northeast to south.
- Several airports in Java and Sumatra temporarily closed.
- Anto Sudrajat (45) reports eye and respiratory irritation.
- Public urged to use masks and eye protection outdoors.
- Vulnerable groups: children, elderly, dust/respiratory-sensitive individuals.
- BMKG advises reducing outdoor activity if non-urgent.
- Ash can irritate eyes, skin, respiratory tract at certain exposure levels.
- Public told to monitor official sources, avoid unverified information.
- Distribution date: Monday, 7/9/2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.