Abu Anak Krakatau Bikin Masker Langka, Pramono: Jangan Mainkan Harga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti kelangkaan dan kenaikan harga masker akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat seiring sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Jakarta. Ia meminta agar harga masker tidak dimainkan dan Pemprov DKI membagikan masker di tempat umum sebagai bantuan serta perlindungan pernapasan bagi warga selama kondisi tersebut berlangsung.
Poin-Poin Utama
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti kelangkaan masker akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Pramono meminta harga masker tidak dimainkan di tengah kebutuhan masyarakat.
- Pramono menyebut fenomena panic buying membuat masker sulit ditemukan.
- Harga masker dilaporkan melonjak hingga ratusan ribu rupiah.
- Pernyataan Pramono disampaikan di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (7/9/2026).
- Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan pembagian masker di tempat-tempat umum.
- Pembagian masker dilakukan untuk membantu warga terdampak sebaran abu vulkanik.
- Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke wilayah Jakarta.
- Masker dibutuhkan sebagai alat perlindungan pernapasan dari paparan abu vulkanik.
- Sebaran abu vulkanik dilaporkan mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Jakarta.
- Pemprov DKI sebelumnya telah melakukan pembagian masker sebagai bagian dari penanganan dampak abu vulkanik.
- Pembagian masker dipastikan tetap berlangsung selama kondisi sebaran abu vulkanik berlanjut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.