Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Perubahan RAPBN 2027
Banggar DPR RI dan pemerintah menyepakati perubahan postur RAPBN 2027, dengan target pendapatan dan belanja negara masing-masing naik sekitar Rp9,1 triliun dari rancangan awal. Kenaikan pendapatan terutama berasal dari penerimaan perpajakan (naik Rp4 triliun menjadi Rp2.912 triliun) dan PNBP (naik Rp5,1 triliun menjadi Rp522,5 triliun), sedangkan belanja pemerintah pusat bertambah Rp9,1 triliun menjadi Rp3.371,3 triliun. Meskipun terjadi perubahan pada sisi pendapatan dan belanja, target defisit RAPBN 2027 tetap dipertahankan sebesar 2,40 persen terhadap PDB.
Poin-Poin Utama
- Banggar DPR dan pemerintah sepakati perubahan RAPBN 2027.
- Target pendapatan dan belanja negara masing-masing naik sekitar Rp9,1 triliun dari rancangan awal.
- Target pendapatan negara dan hibah ditetapkan menjadi Rp3.435,1 triliun.
- Penerimaan perpajakan meningkat menjadi Rp2.912 triliun, bertambah Rp4 triliun.
- Penerimaan pajak naik Rp2 triliun menjadi Rp2.593,4 triliun.
- Penerimaan kepabeanan dan cukai bertambah Rp2 triliun menjadi Rp318,6 triliun.
- Target PNBP naik Rp5,1 triliun menjadi Rp522,5 triliun.
- Penerimaan hibah tetap sebesar Rp0,7 triliun.
- Belanja negara naik menjadi Rp4.106,3 triliun, bertambah sekitar Rp9,1 triliun.
- Belanja pemerintah pusat naik menjadi Rp3.371,3 triliun, bertambah Rp9,1 triliun.
- Belanja kementerian/lembaga disesuaikan menjadi Rp1.513,8 triliun.
- Belanja non-K/L tetap dialokasikan sebesar Rp1.857,5 triliun.
- Transfer ke daerah tetap dialokasikan sebesar Rp735 triliun.
- Target defisit RAPBN 2027 dipertahankan sebesar 2,40 persen terhadap PDB.
- Kesepakatan dicapai dalam rapat bersama Kemenkeu, Bappenas, dan Bank Indonesia pada Senin (7/9).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.