Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kesehatan Negatif

Pulihkan Trauma Anak Korban Keracunan MBG, Jangan Sampai Anak Takut Lihat Makanan

Senin, 7 September 2026, 20:59 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

mencatat 50.059 orang terdampak di 245 kabupaten/kota per September 2026—tidak hanya meninggalkan dampak fisik tetapi juga trauma psikologis pada anak, seperti ketakutan melihat makanan. Pemerintah melalui Kementerian PPPA dan KPAI menekankan pentingnya pemulihan menyeluruh, termasuk pendampingan psikologis, trauma healing, serta pelibatan keluarga dan sekolah agar anak merasa aman kembali. Angka kasus tersebut disebut sebagai alarm serius terhadap lemahnya sistem manajemen risiko MBG, di mana kesalahan pelaksanaanプログラム langsung menyentuh keselamatan dan jiwa anak.

Poin-Poin Utama

  • Ratusan anak di Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami dugaan keracunan menu MBG pada awal September 2026.
  • Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi meninjau anak korban di RSUD RT Notopuro Sidoarjo pada 4 September 2026.
  • Gejala yang dialami anak meliputi mual, muntah, dan sakit perut.
  • Anak berpotensi mengalami trauma psikologis berupa ketakutan saat melihat makanan serupa MBG.
  • Kementerian PPPA menyiapkan pendampingan psikologis dan trauma healing bagi korban.
  • Kementerian PPPA mengoordinasikan pemulihan dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, sekolah, pesantren, dan keluarga.
  • KPAI menilai dampak keracunan tidak hanya dihitung dari jumlah anak yang dirawat.
  • Data BBC per 4 September 2026 mencatat 1.961 orang diduga mengalami keracunan menu MBG pada 1-3 September 2026.
  • Kasus keracunan BBC tersebut tersebar di Bener Meriah, Agam, Tana Toraja, Rembang, dan Sidoarjo.
  • Data surveilans Kementerian Kesehatan per 2 September 2026 mencatat 50.059 orang terdampak keracunan terkait MBG.
  • Tercatat 560 kejadian keracunan terkait MBG berdasarkan data Kemenkes per 2 September 2026.
  • Kasus keracunan MBG tersebar di 245 kabupaten/kota di 36 provinsi Indonesia.
  • KPAI meminta pemulihan anak dilakukan secara fisik dan psikologis pasca-perawatan rumah sakit.
  • Orangtua dan lingkungan sekolah diminta terlibat dalam proses pemulihan anak.
  • KPAI menyebut angka kasus tersebut sebagai alarm serius terhadap sistem manajemen risiko MBG.
Tagar Terkait
#mbg#makan bergizi gratis#keracunan makanan#sidoarjo#keamanan pangan#stunting#kementerian pppa#kpai#trauma anak
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya