Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Negatif

Indonesia kutuk petinggi zionis yang dukung pengusiran warga Gaza

Selasa, 8 September 2026, 00:30 WIB Sumber: Antara News Dibaca 1 kali
Ukuran:

Islam mengutuk keras pernyataan petinggi zionis Israel, Itamar Ben-Gvir dan Israel Katz, yang mendorong pengusiran paksa warga Palestina dari Jalur Gaza. Para menlu menilai pernyataan tersebut melanggar hukum internasional dan mengancam hak rakyat Palestina, serta menegaskan kembali posisi Gaza sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina. Mereka menyeru komunitas internasional, terutama DK PBB, untuk menolak perubahan demografi di wilayah pendudukan dan menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara berdasarkan garis batas 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Poin-Poin Utama

  • Indonesia bersama negara Arab dan Islam mengutuk pernyataan petinggi Israel yang mendukung pengusiran warga Gaza.
  • Pernyataan bersama dikeluarkan oleh menlu Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab.
  • Pernyataan disampaikan Kemlu RI melalui media sosial pada Senin.
  • Menteri menolak segala upaya mengusir masyarakat Palestina, baik ke wilayah lain di dalam maupun luar Palestina.
  • Itamar Ben-Gvir (kepala keamanan nasional) dan Israel Katz (kepala pertahanan) disebut sebagai pihak yang melontarkan pernyataan tersebut.
  • Pernyataan petinggi Israel disebut melanggar prinsip hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
  • Rencana pengusiran dinilai mengancam hak sah rakyat Palestina.
  • Menteri khawatir pernyataan tersebut dapat dijadikan kebijakan resmi untuk mengusir rakyat Palestina.
  • Pengusiran disebut mengancam rencana perdamaian Jalur Gaza gagasan Presiden AS Donald Trump.
  • Rencana Trump menolak pengusiran paksa warga Palestina.
  • Jalur Gaza dikonfirmasi sebagai wilayah tak terpisahkan dari Palestina yang diduduki.
  • Pernyataan menekankan persatuan wilayah Palestina dari Jalur Gaza hingga Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur.
  • Solusi dua negara berdasarkan garis perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota disebut satu-satunya jalan menuju perdamaian.
  • Menteri menyeru DK PBB menolak upaya mewujudkan realitas demografi atau geografi baru di Palestina yang diduduki.
  • Menteri menegaskan dukungan penuh terhadap perjuangan rakyat Palestina dan menolak upaya menghapus perjuangan tersebut.
Tagar Terkait
#israel#palestina#indonesia#gaza#solusi dua negara#israel katz#zionis#itamar ben-gvir#dk pbb#kemlu ri
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.

Buka Sumber di Antara News

Warta Terkini Lainnya