Gunung Ibu Halmahera dan Lewotolok NTT Erupsi Berkali-kali Hari Ini
Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu Halmahera, dan Gunung Ile Lewotolok NTT erupsi berulang kali pada Selasa (8/9) dengan total empat, tujuh, dan satu kali erupsi masing-masing. Ketiganya berstatus Waspada atau Level II, kecuali Anak Krakatau tetap Level III atau Siaga. Kolom abu Lewotolok teramati setinggi 800 meter ke arah barat, sementara erupsi Anak Krakatau sempat berhenti Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB meski potensi letusan susulan masih tinggi.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau mengalami empat kali erupsi pada Selasa (8/9) hingga pukul 11.34 WIB.
- Erupsi pertama Anak Krakatau terjadi pukul 05.08 WIB dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik.
- Erupsi kedua Anak Krakatau terjadi pukul 05.34 WIB dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi 10 detik.
- Erupsi ketiga Anak Krakatau terjadi pukul 07.49 WIB dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi 19 detik.
- Status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini Level III atau Siaga.
- Erupsi menerus Gunung Anak Krakcatat sempat berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.
- Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara dilaporkan tujuh kali erupsi sejak dini hari hingga siang.
- Erupsi terbaru Gunung Ibu terjadi pukul 12.01 WIT dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 44 detik.
- Erupsi Gunung Ibu lainnya tercatat pukul 00.36 WIT, 09.07 WIT, 09.17 WIT, 11.13 WIT, dan 11.40 WIT.
- Status Gunung Ibu saat ini Waspada atau Level II.
- Gunung Ile Lewotolok di Pulau Lembata, NTT erupsi pada pukul 06.35 WITA.
- Tinggi kolom abu Ile Lewotolok teramati ±800 m di atas puncak atau ±2.223 m di atas permukaan laut.
- Erupsi Ile Lewotolok terekam dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 180 detik.
- Status Gunung Ile Lewotolok saat ini Waspada atau Level II.
- Sumber data berasal dari situs Magma Kementerian ESDM.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.