Hasil Uji Abu Vulkanik Anak Krakatau Negatif, BMKG Tetap Lanjutkan OMC
BMKG mengonfirmasi delapan bandara yang sempat ditutup operasionalnya akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dinyatakan negatif paparan abu vulkanik berdasarkan hasil paper test per pukul 06.00 WIB. Lima di antaranya, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara, telah resmi dibuka kembali dengan dukungan NOTAM dari AirNav Indonesia. BMKG tetap melanjutkan operasional Monitoring dan Coordination (OMC) dengan memantau pergerakan abu vulkanik secara real-time pada ketinggian hingga 7.000 kaki ke arah Selatan-Barat Daya.
Poin-Poin Utama
- BMKG konfirmasi lima bandar udara buka kembali operasional penerbangan setelah paper test negatif abu vulkanik.
- Pemantauan Selasa (8/9/2026) verifikasi ruang udara dan landasan bandara aman dari sebaran abu Gunung Anak Krakatau.
- Pengujian paper test pukul 06.00 WIB nyatakan delapan bandara negatif paparan abu vulkanik.
- Soekarno-Hatta (Tangerang) buka kembali pukul 00.30 WIB.
- Halim Perdanakusuma (Jakarta) buka pukul 00.40 WIB.
- Husein Sastranegara (Bandung) buka pukul 00.42 WIB.
- Budiarto Curug (Tangerang) buka pukul 01.25 WIB.
- Pondok Cabe (Tangerang Selatan) buka pukul 01.28 WIB.
- Muhammad Taufik Kiemas (Sumatera Selatan) buka pukul 09.31 WIB.
- Radin Inten II (Lampung) buka pukul 09.45 WIB.
- Salakanagara Tanjung Lesung (Banten) buka pukul 09.50 WIB.
- AirNav Indonesia terbitkan NOTAM terkait pembukaan lima bandara.
- BMKG lanjutkan OMC guna pastikan keamanan penerbangan.
- Abu vulkanik terpantau ketinggian hingga 7.000 kaki (2,13 km).
- Abu bergerak arah Selatan-Barat Daya kecepatan 5-10 knot (9,3-18,5 km/jam) pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.