Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Bencana Netral

Erupsi Anak Krakatau Menguji Ketangguhan Jakarta Hadapi Bencana dari Luar Wilayah

Selasa, 8 September 2026, 15:12 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 8 September 2026 mengganggu penerbangan, pendidikan, dan kesehatan di Jakarta meski sebaran abu vulkanik bergerak ke arah barat daya menjauhi Ibu Kota. Sekretaris Jenderal Fakta Indonesia Tubagus Haryo Karbyanto menekankan bahwa Jakarta sebagai kota metropolitan padat rentan terhadap bencana lintas wilayah, sehingga abu vulkanik harus dipandang sebagai risiko perkotaan dengan efek domino. Artikel ini merekomendasikan penguatan mitigasi melalui sistem lintas lembaga dengan satu protokol bersama yang melibatkan PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, serta dinas terkait di Jakarta.

Poin-Poin Utama

  • Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak lintas wilayah ke Jakarta, mengganggu penerbangan, pendidikan, kesehatan, dan distribusi barang.
  • BMKG pantau sebaran abu vulkanik pada Selasa (8/9/2026) pukul 08.00 WIB.
  • Abu vulkanik lapisan rendah bergerak ke Banten bagian barat laut dan Samudra Hindia sebelah barat Banten pada ketinggian hingga 7.000 kaki atau 2,1 km.
  • Kecepatan pergerakan abu ke barat daya sekitar 15 knot atau 27 km/jam pada pukul 06.30-12.30 WIB.
  • Wilma terdampak abu: Banten bagian barat, Lampung bagian selatan, perairan Samudra Hindia barat daya Banten dan Lampung.
  • Arah pergerakan abu vulkanik terbaru tidak lagi menuju Jakarta.
  • Sekjen Fakta Indonesia Tubagus Haryo Karbyanto sampaikan pernyataan pada Selasa (8/9/2026).
  • BMKG deteksi sebaran abu vulkanik capai sebagian wilayah Jakarta.
  • Dua bandara alami gangguan: Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.
  • Pembelajaran jarak jauh diterapkan di sejumlah sekolah akibat erupsi.
  • Enam bandara kembali beroperasi per Selasa (8/9/2026) versi AirNav Indonesia: Soekarno-Hatta, Budiarto, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Pondok Cabe, Pagar Alam/Atung Bungsu.
  • Tiga bandara masih ditutup sementara hingga pukul 10.00 WIB: Radin Inten II, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Salakanagara Tanjung Lesung.
  • Risiko kesehatan prioritas: anak-anak, lansia, penderita gangguan pernapasan, pekerja luar ruang.
  • PVMBG pantau sumber erupsi, BMKG prediksi arah dan ketinggian sebaran abu.
  • BNPB dan BPBD koordinasikan penanganan kebencanaan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Jakarta pantau dampak lokal.
Tagar Terkait
#abu vulkanik#bmkg#bandara soekarno-hatta#bnpb#jakarta#pvmbg#mitigasi bencana#erupsi anak krakatau#jabodetabekpunjur#bencana lintas wilayah#kesiapsiagaan kota
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya