DPR Ingatkan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Erupsi Perlu Diperhatikan
Anggota Komisi VIII DPR RI Surahman Hidayat mengingatkan bahwa penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak cukup hanya melalui pemantauan dan peringatan dini, tetapi juga harus memastikan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dan akses bantuan bagi warga terdampak, terutama kelompok rentan. Ia mendorong koordinasi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, pembaruan data korban secara berkala, serta pendampingan berkelanjutan agar bantuan tepat sasaran dan tidak berhenti saat sorotan publik mereda. Erupsi sejak 4 September 2026 menyebabkan sekolah menerapkan PJJ dan masyarakat diimbau memakai masker, sementara lima gunung api lain tercatat berstatus Siaga.
Poin-Poin Utama
- Anggota Komisi VIII DPR RI Surahman Hidayat mengingatkan kebutuhan dasar warga terdampak erusi Gunung Anak Krakatau harus dipenuhi.
- Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat malam, 4 September 2026 mengganggu aktivitas masyarakat.
- Dampak erusi berpotensi mempengaruhi kesehatan, ekonomi, pendidikan, mobilitas, dan kondisi sosial keluarga.
- Kebutuhan prioritas meliputi makanan, air bersih, layanan kesehatan, perlindungan pernapasan, dan kebutuhan kelompok rentan.
- Kelompok rentan mencakup anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan masyarakat dengan keterbatasan akses layanan.
- Surahman meminta pemerintah daerah dan pusat memperkuat koordinasi penyaluran bantuan.
- Data masyarakat terdampak harus diperbarui berkala agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
- Surahman mendorong pendampingan berkelanjutan jika dampak erusi berlangsung dalam waktu panjang.
- Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah sekolah menerapkan PJJ.
- Masyarakat diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
- Lima gunung api lain tercatat berada pada status Siaga.
- Surahman meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi.
- Pernyataan resmi disampaikan pada Selasa, 8 September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.