BNPP RI & BRIN Bahas Model Desentralisasi Adaptif untuk Wilayah Perbatasan
masing daerah. Peneliti Ahli Utama BRIN, Prof. Siti Zuhro, memperkenalkan gagasan Adaptive Asymmetric Decentralization Model for Border Governance yang memungkinkan distribusi kewenangan secara adaptif-asimetris berdasarkan kondisi wilayah perbatasan darat dan laut. Audiensi yang dipimpin Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman tersebut juga membahas arah strategis pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan 2025-2029 yang mencakup 204 kecamatan perbatasan prioritas, 22 PKSN, dan 26 PLBN.
Poin-Poin Utama
- BNPP RI dan BRIN bahas model desentralisasi adaptif untuk wilayah perbatasan.
- Audiensi dipimpin Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman di Ruang Rapat Sekretariat Tetap BNPP RI.
- Pertemuan berlangsung pada Selasa, 8 September 2026.
- Pengelolaan perbatasan mencakup dua dimensi: keamanan (security) dan kesejahteraan (prosperity).
- Arah strategis pengelolaan BWN-KP 2025-2029 meliput batas wilayah negara, aktivitas lintas batas, pembangunan kawasan perbatasan, dan penguatan kelembagaan.
- Cakupan pengelolaan meliputi 204 kecamatan perbatasan prioritas, 22 PKSN, dan 26 PLBN.
- 15 PLBN telah terbangun, 3 belum terbangun, 8 masuk rencana pembangunan gelombang III.
- Terdapat 111 PPKT, dengan 28 menjadi perhatian khusus: 11 tidak berpenduduk dan 17 berpenduduk.
- BRIN kembangkan Adaptive Asymmetric Decentralization Model for Border Governance.
- Model tersebut terdiri dari lima komponen: konteks struktural, core governance model, mekanisme desentralisasi adaptif-asimetris, differentiated border governance, dan governance outcome.
- Peneliti Ahli Utama BRIN Prof. Siti Zuhro sampaikan gagasannya.
- Pendekatan differentiated border governance bedakan karakteristik perbatasan darat dan laut.
- Kompleksitas perbatasan butuh keterlibatan lintas kementerian/lembaga serta sinergi pusat dan daerah.
- Penanganan transportasi PPKT berpenghuni butuh pendekatan terpadu soal aksesibilitas, logistik, dan kedaulatan wilayah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.