PJJ Diperpanjang, Bupati Tangerang Khawatir Abu Vulkanik ke Kesehatan
Pemkab Tangerang memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, SD, dan SMP hingga 11 September 2025 sebagai antisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berisiko mengganggu kesehatan, terutama anak-anak. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menekankan pentingnya pencegahan karena paparan abu vulkanik dapat menyebabkan ISPA, iritasi mata, dan iritasi kulit. Sekolah diwajibkan memastikan pembelajaran daring berjalan lancar, memantau kehadiran guru dan siswa, membatasi aktivitas luar rumah anak, serta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan jika ada siswa yang terdampak.
Poin-Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Tangerang memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga Jumat (11/9).
- PJJ diberlakukan bagi siswa jenjang PAUD, SD, dan SMP.
- Perpanjangan dilakukan terkait aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
- Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyatakan keputusan diambil karena sebaran abu vulkanik masih perlu diwaspadai.
- PJJ sebelumnya diberlakukan sejak Senin (7/9) hingga Rabu (9/9).
- Kebijakan tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Nomor B/100.3.2/13587/IX/Disdik.
- Satuan pendidikan diminta memastikan proses pembelajaran daring berjalan baik.
- Guru diminta menyesuaikan beban dan aktivitas pembelajaran dengan kondisi siswa.
- Sekolah diwajibkan berkomunikasi dengan orang tua untuk memantau kondisi kesehatan siswa.
- Sekolah diminta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat jika siswa mengalami gangguan kesehatan.
- Orang tua diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
- Paparan abu vulkanik berpotensi menyebabkan ISPA, iritasi mata, dan iritasi kulit.
- Pemkab Tangerang akan terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau sebagai bahan evaluasi kebijakan selanjutnya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.