FH Unhas Jajaki Kolaborasi dengan UNODC untuk Penguatan Penegakan Hukum
Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin menjajaki kerja sama strategis dengan United Nations Office on Drugs and Crime dalam upaya memperkuat penegakan hukum melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas. Pertemuan yang berlangsung di Bangkok tersebut membahas berbagai bentuk kolaborasi seperti magang mahasiswa, pelatihan profesional, penelitian bersama, seminar, serta pertukaran akademik. FH Unhas turut memperkenalkan dua pusat risetnya, yaitu Research Center for Prosecution dan Research Center for Police Forces, sebagai bagian dari strategi penguatan kapasitas riset di bidang hukum dan kepolisian.
Poin-Poin Utama
- Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin menjajaki kolaborasi dengan United Nations Office on Drugs and Crime.
- Kolaborasi bertujuan memperkuat penegakan hukum melalui sinergi dunia akademik dan lembaga internasional.
- Dekan FH Unhas Hamzah Halim menyampaikan penjajakan kerja sama ini di Bangkok, Thailand.
- Pertemuan membahas potensi kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas.
- FH Unhas menawarkan program magang mahasiswa, pelatihan profesional, dan penelitian bersama.
- Bentuk kerja sama lainnya meliputi seminar dan pertukaran akademik.
- Ahli serta pejabat UNODC dapat hadir di kampus sebagai dosen tamu dan pembicara.
- Research Center for Prosecution telah berdiri lebih dari satu dekade.
- Research Center for Police Forces baru saja diresmikan oleh FH Unhas.
- FH Unhas mengundang tim UNODC berkunjung ke Makassar untuk membahas prioritas kerja sama.
- UNODC merupakan organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
- UNODC memiliki mandat membantu negara anggota dalam menghadapi persoalan narkotika, kejahatan, dan terorisme.
- Fokus UNODC meliputi kejahatan terorganisasi transnasional dan pemberantasan korupsi.
- UNODC juga menangani pencegahan kejahatan serta penguatan sistem peradilan pidana.
- Kantor regional UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik berkedudukan di Bangkok.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.