Kemendag dorong I-UK CEPA hingga kerja sama komoditas strategis
Inggris melalui percepatan penjajakan I-UK CEPA yang bertujuan mempertajam daya saing melalui perluasan akses pasar dan pengurangan hambatan regulasi. Urgensi kemitraan ini meningkat karena Indonesia tidak lagi memperoleh skema Developing Countries Trading Scheme Inggris mulai 1 Januari 2027, sementara ekspor Inggris ke Indonesia masih dikenakan tarif sekitar 6–15 persen. Dalam kunjungan tersebut, Kemendag juga membahas kerja sama komoditas strategis termasuk kesejahteraan petani kopi dan pengakuan specialty Robusta melalui International Coffee Organization.
Poin-Poin Utama
- Kementerian Perdagangan mempercepat penjajakan I-UK CEPA dengan Inggris.
- Kunjungan kerja Kemendag ke London, Inggris berlangsung pada 7-9 September 2026.
- Johni Martha memimpin delegation Kemendag dalam pertemuan tingkat pemerintah dan forum bisnis.
- Forum bisnis mempertemukan delegation Kemendag dengan 20 perusahaan dan lembaga think-tank Inggris.
- Inggris menyatakan dukungan atas upaya aksesi Indonesia ke CPTPP.
- I-UK CEPA bertujuan memperluas akses pasar dan memperkuat rantai pasok kedua negara.
- Indonesia tidak lagi memperoleh skema DCTS Inggris mulai 1 Januari 2027.
- Ekspor Inggris ke Indonesia dikenakan tarif MFN sekitar 6 hingga 15 persen.
- Kemendag mengunjungi International Coffee Organization (ICO) di London.
- Pembahasan dengan ICO mencakup kesejahteraan petani kopi skala kecil dan pengakuan specialty Robusta.
- Pertemuan dengan ICO juga membahas regenerative agriculture dan tantangan implementasi EUDR.
- Nilai perdagangan Indonesia-Inggris pada 2021 tercatat 2,57 miliar dolar AS.
- Nilai perdagangan Indonesia-Inggris pada 2025 tercatat 2,66 miliar dolar AS.
- Indonesia memiliki pasar besar, sumber daya alam melimpah, dan basis manufaktur kompetitif.
- Inggris unggul pada produk dan jasa bernilai tinggi, teknologi, serta keahlian lintas sektor.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.