94 Warga Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Evaluasi Serius
Sebanyak 94 pengungsi gempa Nusa Tenggara Timur meninggal dunia di pengungsian, jauh melebihi 48 korban yang meninggal langsung akibat gempa. Sebagian besar korban merupakan lansia dengan penyakit kronis seperti stroke dan diabetes melitus, yang menunjukkan urgensi sistem pengungsian yang mampu melindungi kelompok rentan sejak awal. Komisi VIII DPR mendesak BNPB, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap kasus kematian tersebut agar dapat diperbaiki dan tidak terulang pada bencana berikutnya.
Poin-Poin Utama
- Gempa besar melanda Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus.
- BNPB melaporkan 94 pengungsi gempa NTT meninggal dunia di pengungsian.
- Korban meninggal langsung akibat gempa bumi tercatat 48 orang.
- Total korban meninggal terkait gempa NTT menjadi 142 orang.
- Jumlah korban meninggal di pengungsian lebih banyak dibandingkan korban meninggal langsung.
- Hetifah Sjaifudian merupakan Anggota Komisi VIII DPR RI.
- Sebagian besar korban meninggal di pengungsian merupakan kelompok lanjut usia.
- Korban memiliki penyakit kronis seperti stroke dan diabetes melitus.
- Hetifah memandang kondisi pengungsian sebagai tantangan kesehatan yang berat.
- Kondisi pengungsian lebih berat bagi lansia, bayi, balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan pengidap penyakit kronis.
- Sebagian lokasi pengungsian mengalami keterbatasan selimut, tempat berlindung, air bersih, obat-obatan, dan fasilitas kesehatan.
- Seorang balita dilaporkan memburuk kondisinya akibat kedinginan.
- DPR mendesak BNPB, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap 94 kasus kematian.
- Tujuan evaluasi adalah mengidentifikasi apakah ada kematian yang sebenarnya dapat dicegah.
- Titik lemah dalam sistem penanganan pengungsian harus diperbaiki agar tidak terulang pada bencana berikutnya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.