Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Bisa Bikin Pesawat Retak
Erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak pada penerbangan di berbagai bandara internasional Indonesia, di mana abu vulkanik bisa merusak mesin pesawat karena partikel silika dapat menyumbat dan melumerkan komponen turbin. Abu vulkanik yang sangat kecil (6 mikron-2 mm) juga dapat menyebabkan retakan halus pada bodi pesawat akibat akumulasi debu dalam jangka panjang, membahayakan struktural pesawat yang harus mengembang dan mengempis sesuai tekanan udara.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak terhadap penerbangan di berbagai Bandara Internasional Indonesia.
- Sejumlah maskapai penerbangan membatalkan penerbangan akibat abu vulkanik.
- Pesawat yang masuk wilayah VONA (Volcanic Observatory Notice to Aviation) akan menyedot abu vulkanik ke mesin.
- Penelitian NASA menunjukkan debu gunung berapi merusak baling-baling turboprop dan mesin jet turbofan.
- Abu silika vulkanik memiliki diameter antara 6 mikron hingga 2 mm.
- Abu vulkanik mengganggu sensor temperatur dan memicu sistem mati-otomatis pada keempat mesin pesawat.
- Abu vulkanik sulit dihilangkan dan membutuhkan waktu lama untuk hilang sepenuhnya.
- Paparan jangka panjang menyebabkan retakan halus pada bodi pesawat.
- Retakan pada bodi pesawat dapat membelah fuselage jika dibiarkan.
- Bodi pesawat dirancang agar dapat mengembang dan mengempis sesuai perubahan tekanan udara.
- Titik leleh abu silika vulkanik adalah 1.100 derajat Celsius.
- Abu leleh dapat melumerkan bilah-bilah turbin dan nozzle di dalam mesin jet.
- Suhu dalam mesin jet modern dapat mencapai 1.400 derajat Celsius.
- Retakan sekecil apa pun pada bodi pesawat sangat membahayakan keselamatan penerbangan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.