DKI Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh satuan pendidikan mulai Senin (7/9) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi hingga wilayah DKI Jakarta. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan, dengan pendampingan serta evaluasi sesuai perkembangan kondisi udara. Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9) malam telah berdampak pada Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Poin-Poin Utama
- Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh satuan pendidikan mulai Senin (7/9).
- Kebijakan PJJ diambil akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai wilayah DKI Jakarta.
- Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan kebijakan tersebut sebagai langkah antisipasi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.
- Penerapan PJJ tidak menghentikan kegiatan pendidikan; pembelajaran tetap berlangsung menyesuaikan kondisi masing-masing peserta didik.
- Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan memberikan alternatif apabila terjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran.
- Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam hingga Minggu (6/9).
- Wilayah terdampak sebaran abu vulkanik meliputi Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
- BMKG menyebut sebaran abu vulkanik terdeteksi berdasarkan informasi dari PVMBG, VAAC Darwin, dan analisis RGB citra Himawari-9.
- Sebaran abu pertama bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya.
- Sebaran abu kedua bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia.
- Kebijakan pembelajaran akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.