Penjelasan BMKG Sejauh Mana Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026) malam menyebabkan sebaran abu vulkanik yang berdampak pada pembatalan ribuan penerbangan dan penerapan pembelajaran jarak jauh di Lampung, Jabodetabek, dan Banten. BMKG membagi sebaran abu vulkanik dalam dua klaster ketinggian hingga 15.000 ft ke arah tenggara-barat laut dan hingga 50.000 ft ke arah barat daya-barat menjauhi Indonesia, dengan tiga faktor utama penentu sebaran yaitu tinggi kolom erupsi, arah serta kecepatan angin, dan ukuran partikel. BMKG menekankan debu vulkanik hanya bisa tersapu hujan pada ketinggian awan 3.000-45.000 ft, sementara partikel di atas 45.000 ft akan tetap terdeteksi di atmosfer.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Jumat (4/9/2026) malam.
- Wilayah Lampung, Jabodetabek, dan Banten menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
- Ribuan penerbangan dibatalkan sebagai upaya keselamatan.
- BMKG membagi sebaran abu vulkanik hingga pukul 07.00 WIB dalam dua klaster ketinggian.
- Klaster pertama: sebaran permukaan hingga 15.000 ft ke arah tenggara-barat laut.
- Klaster pertama mencakup Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia sebelah barat.
- Klaster kedua: sebaran permukaan hingga 50.000 ft ke arah barat daya-barat menjauhi Indonesia.
- Tiga faktor sebaran abu: tinggi kolom erupsi, arah/kecepatan angin per ketinggian, besar partikel.
- Partikel kecil di lapisan atas dapat bertahan berhari-hari di atmosfer.
- Persebaran abu berdasarkan model mengarah ke timur dan mendekati ruang udara Jawa Tengah.
- Paper test di Bandara Kertajati negatif untuk debu vulkanik yang jatuh ke darat.
- Hujan berpotensi mengurangi sebaran debu vulkanik pada ketinggian 3000-45.000 feet.
- Debu vulkanik di atas 45.000 feet tidak tersapu oleh hujan.
- Ida Pramuwardani (Direktur Meteorologi Publik BMKG) dan Achadi Subarkah (Kepala Direktur Meteorologi Penerbangan) menjadi sumber penjelasan.
- Durasi dan jangkauan debu vulkanik bergantung kekuatan erupsi, durasi, ukuran partikel, dan arah angin.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.