Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Daerah Netral

Pemprov DKI Perketat Pemantauan Kondisi Udara Jakarta Imbas Abu Anak Krakatau

Selasa, 8 September 2026, 08:32 WIB Sumber: DetikNews
Ukuran:

Pemprov DKI Jakarta memperketat pemantauan kualitas udara di Jakarta dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak 4 September 2026. Langkah penanganan meliputi penyemprotan jalan dan fasilitas umum, pemberlakuan pembelajaran jarak jauh di sekolah, pembagian masker KN95/N95 di titik publik, serta imbauan kepada warga menerapkan protokol 5M seperti memakai masker dan membatasi aktivitas luar ruang. Sementara itu, Badan Geologi melaporkan erupsi Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah 25 jam dan kini beralih ke fase letusan strombolian.

Poin-Poin Utama

  • DKI Jakarta terus memantau kualitas udara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Pemprov DKI melanjutkan penyemprotan jalan dan fasilitas umum untuk meredam partikel abu.
  • Gubernur Pramono Anung mengimbau warga menerapkan protokol 5M: masker, tutup pintu-jendela, tutup sumber air, batasi aktivitas luar, dan basahi abu sebelum dibersihkan.
  • Seluruh sekolah di DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
  • DLH DKI memperketat pemantauan kualitas udara melalui situs udara.jakarta.go.id.
  • Pemprov DKI mengoordinasikan respons dengan BMKG, Badan Geologi/PVMBG, BNPB, dan BPBD.
  • Warga diimbau menggunakan masker KN95 atau N95 saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Masker dibagikan di titik publik termasuk oleh Dishub saat kegiatan luar ruang.
  • Kelompok rentan (anak, lansia, penderita asma/PPOK) diminta segera ke faskes jika muncul gejala sesak napas atau iritasi.
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir setelah berlangsung 25 jam.
  • Tiga kali erupsi strombolian tercatat setelah episode erupsi menerus berakhir.
  • Episode erupsi menerus berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.
  • Gunung Anak Krakatau kini berstatus letusan strombolian dengan karakteristik ledakan relatif ringan.
  • Letusan strombolian dapat berlangsung lama dan menyebabkan sistem erupsi berulang kali reset.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#bmkg#bpbd#pjj#badan geologi#kualitas udara#pemprov dki jakarta#dlh dki jakarta#bnb
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya