Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kesehatan Netral

Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Kesehatan?

Selasa, 8 September 2026, 08:39 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mengandung partikel halus PM 10 dan PM 2,5 serta gas berbahaya seperti sulfur dioksida yang dapat mengganggu sistem pernapasan, mata, kulit, dan pencernaan. Direktur Pascasarjana Universitas YARSI menjelaskan bahwa paparan abu vulkanik dapat memicu batuk, iritasi tenggorokan, bronkitis, serta memperburuk penyakit paru kronis seperti asma dan PPOK. PDPI Cabang Jakarta menganjurkan penggunaan masker N95, kacamata, dan helm berpenutup saat beraktivitas di luar ruangan, serta menutup pintu, jendela, dan menonaktifkan sirkulasi udara tanpa penyaring untuk mengurangi paparan partikel berbahaya.

Poin-Poin Utama

  • Erupsi gunung berapi melontarkan abu vulkanik berupa partikel sangat halus dari batuan, mineral, dan kaca vulkanik.
  • Partikel PM10 dan PM2,5 dalam abu vulkanik dapat terhirup hingga saluran napas bagian dalam.
  • Erupsi juga mengemisikan gas sulfur dioksida dan karbon monoksida.
  • Paparan gas tersebut dapat menimbulkan sakit kepala, pusing, hingga gangguan pernapasan.
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebarkan abu vulkanik ke permukiman, kota, dan desa.
  • Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, menjelaskan hal ini pada Minggu (6/9/2026).
  • Abu vulkanik dapat memicu batuk, iritasi tenggorokan, dan keluhan menyerupai bronkitis.
  • Paparan dapat memperburuk asma bronkiale dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Partikel abu vulkanik bersifat tajam dan abrasif sehingga mengiritasi kulit serta mata.
  • Paparan tersebut dapat berkembang menjadi peradangan hingga konjungtivitis.
  • Abu yang mencemari sumber air dan makanan berpotensi menimbulkan gangguan saluran pencernaan.
  • Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jakarta menganjurkan penggunaan masker N95.
  • Masyarakat disarankan menutup pintu dan jendela serta menonaktifkan sistem sirkulasi udara tanpa penyaring.
  • Jika abu mengenai mata, hindari mengucek dan segera bersihkan dengan air mengalir.
  • Pakaian yang terkena debu vulkanik sebaiknya dicuci secara terpisah.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#polusi udara#erupsi gunung berapi#kesehatan pernapasan#masker n95#pm 2.5
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya