MenHAM Pigai Minta Polda Serius Usut Teror Molotov ke Komnas HAM Papua
Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jayapura dilempari bom molotov oleh OTK pada Rabu (9/9) pagi saat aktivitas kantor berlangsung, dengan target awal kendaraan bermotor di halaman kantor. Menteri HAM Natalius Pigai meminta Polda Papua mengusut kasus tersebut secara serius dan objektif, sementara Komnas HAM pusat juga mendesak penyelidikan menyeluruh serta jaminan keselamatan bagi petugas HAM di Papua. Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua turut mendesak Presiden RI, Kapolri, dan Menteri HAM turun tangan menangani peristiwa yang dinilai sebagai bentuk teror dan kejahatan serius tersebut.
Poin-Poin Utama
- Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jayapura dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal pada Rabu (9/9) pagi sekitar pukul 10.15 WIT.
- Benda yang dilempar berupa botol berisi bensin dengan sumbu, diarahkan ke area parkir kendaraan bermotor.
- Api tidak sempat membesar dan merembet ke bangunan kantor.
- Kasus telah dilaporkan kepada kepolisian dan garis polisi dipasang di lokasi kejadian.
- Menteri HAM Natalius Pigai meminta Polda Papua mengusut kasus secara serius dan objektif.
- Pigai meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum polisi mengungkap hasil penyelidikan.
- Pigai meminta negara memberikan perlindungan kepada pimpinan Komnas HAM Perwakilan Papua.
- Komnas HAM pusat mendesak Polda Papua mengusut kasus secara menyeluruh.
- Staf Komnas HAM tidak sempat melihat pelaku karena pelaku langsung melarikan diri setelah melempar.
- Komnas HAM meminta kepolisian mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang.
- Komnas HAM meminta Polda Papua memastikan keselamatan petugas HAM di Jayapura.
- Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey menyatakan peristiwa sebagai bentuk teror dan kejahatan serius.
- Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua mendesak Presiden Prabowo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri HAM turun tangan.
- Koalisi terdiri atas LBH Papua, PAHAM Papua, LBH Kyadawun, Tong Pu Ruang Aman, Kontras Papua, Yadupa, LBH Papua Merauke, dan LBH Pa.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.