Rupiah Menguat Tipis Berkat Cadangan Devisa September
Rupiah menguat tipis ke level 17.871 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi, ditopang oleh cadangan devisa September 2026 yang hanya turun tipis menjadi US$146,3 miliar meskipun terjadi net outflow di pasar portofolio. Ketahanan cadangan devisa ini didukung oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, penerimaan pajak dan jasa, serta langkah stabilisasi Bank Indonesia, dengan cadangnya setara 5,3 bulan impor atau jauh di atas standar internasional sebesar 3 bulan. Di tengah potensi kenaikan suku bunga the Fed dan tekanan dari ketegangan Timur Tengah, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran 17.850 hingga 17.950 per dolar AS untuk perdagangan hari ini.
Poin-Poin Utama
- Rupiah menguat 16 poin atau 0,09 persen ke level 17.871 per dolar AS pada perdagangan Kamis (8/10/2026) pagi.
- Pada penutupan perdagangan hari Rabu, rupiah berada di posisi 17.887 per dolar AS.
- Cadangan devisa Indonesia akhir September 2026 tercatat US$146,3 miliar.
- Cadangan devisa September 2026 turun US$0,2 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.
- Pasar portofolio domestik mengalami aliran modal keluar (net outflow).
- Penarikan pinjaman luar negeri pemerintah menjadi salah satu faktor terjaganya cadangan devisa.
- Penerimaan dari sektor pajak dan jasa turut mendukung posisi cadangan devisa.
- Bank Indonesia melakukan langkah stabilisasi nilai tukar guna meredam ketidakpastian pasar keuangan global.
- Pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo memengaruhi posisi cadangan devisa.
- Cadangan devisa setara pembiayaan 5,3 bulan impor.
- Cadangan devisa setara 5,2 bulan impor jika ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.
- Standar kecukupan internasional cadangan devisa dipatok sekitar 3 bulan impor.
- Sebanyak 19 anggota voting The Fed mendukung kenaikan policy rate berdasarkan notulen FOMC September 2026.
- Mayoritas anggota The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga kembali sebelum akhir tahun 2026.
- Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran 17.850 hingga 17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.