Israel Balas Sanksi Inggris, Perintahkan Konsulat di Yerusalem Ditutup
Israel memerintahkan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem sebagai balasan atas kepemimpinan Inggris dalam sanksi Barat terhadap permukiman Israel di Tepi Barat. Tindakan balasan lainnya mencakup mengusir perwakilan Inggris dari pusat pemantauan gencatan senjata Gaza, melarang pelatihan bagi pasukan Otoritas Palestina, serta melarang masuk 12 warga Inggris termasuk anggota parlemen. Langkah ini menuai kritik dari Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband yang menuduh pemukim Israel melakukan pembersihan etnis, sementara Israel menegaskan bahwa kedaulatan atas Yerusalem Timur adalah mutlak.
Poin-Poin Utama
- Israel memerintahkan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem sebagai balasan sanksi Barat.
- Sanksi diterapkan oleh 12 negara termasuk Inggris, Kanada, dan Prancis terhadap permukiman Israel di Tepi Barat.
- Israel akan mengusir perwakilan Inggris dari pusat pemantauan gencatan senjata Gaza yang ditengahi AS.
- Israel melarang pelatihan Inggris bagi pasukan Otoritas Palestina.
- Israel melarang 12 warga Inggris, sebagian besar anggota parlemen, untuk berkunjung.
- Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menuding pernyataan mitranya dari Inggris, Ed Miliband, sebagai kebohongan.
- Ed Miliband menuduh pemukim Israel melakukan pembersihan etnis di Tepi Barat.
- Pemilihan umum Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.
- PM Benjamin Netanyahu gencar mendukung keberadaan permukiman di Tepi Barat menjelang pemilu.
- Konsulat Inggris terletak di Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam Perwar Enam Hari 1967.
- Israel menganeksasi Yerusalem Timur dan mengklaim sebagai ibu kotanya yang tak terbagi.
- Mayoritas negara, termasuk Inggris, tidak mengakui kedaulatan Israel atas Yerusalem Timur.
- AS di bawah Presiden Donald Trump memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.
- Pada 2024, Israel memerintahkan konsulat Spanyol menghentikan layanan konsuler bagi warga Palestina.
- Daftar larangan masuk mencakup Jeremy Corbyn, Zarah Sultana, dan Diane Abbott.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.