Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 Tiba di Indonesia
551 tiba di Indonesia setelah berlayar dari Italia sejak 24 Agustus 2026 dan sambut oleh dua KRI di Selat Karimata, sebelum sandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Kapal induk ini diperoleh melalui skema hibah dari Pemerintah Italia setelah negosiasi lebih dari satu tahun dan akan berganti nama menjadi Gajah Mada dengan pagu anggaran retrofit dan modernisasi sebesar Rp 7,2 triliun. Kapal ini akan menjadi kapal induk pertama yang dioperasikan TNI Angkatan Laut, diproyeksikan sebagai kapal induk helikopter dan pesawat nirawak untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana.
Poin-Poin Utama
- Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba di perairan Selat Karimata pada 17 September 2026.
- Kapal berlayar dari Italia sejak 24 Agustus 2026 dan menempuh waktu hampir satu bulan.
- Rute pelayaran melewati Terusan Suez, Laut Merah, serta singgah di Jeddah dan Kolombo.
- ITS Garibaldi dijadwalkan sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 18 September 2026.
- Dua KRI yang menyambut dan mengawal kapal adalah KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
- Ketiga kapal bertemu di Selat Karimata pada 17 September 2026 pukul 08.40 WIB.
- Selat Karimata berada di antara Pulau Belitung dan Pulau Kalimantan.
- Pelaksanaan parade penghormatan dilakukan oleh ketiga kapal di Selat Karimata.
- ITS Garibaldi memiliki panjang 180 meter, lebar 33 meter, dan bobot 13.000 ton.
- Kapal diperoleh melalui skema hibah dari Pemerintah Italia setelah negosiasi lebih dari satu tahun.
- Skema akuisisi awalnya berbayar, kemudian berubah menjadi transfer cuma-cuma.
- Nama kapal akan diubah menjadi Gajah Mada setelah diserahterimakan.
- Anggaran sebesar Rp 7,2 triliun disiapkan untuk modernisasi dan retrofit kapal.
- Retrofit dan modernisasi direncanakan dilaksanakan di galangan dalam negeri.
- ITS Garibaldi akan dioperasikan sebagai kapal induk helikopter dan pesawat nirawak pertama oleh TNI AL.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.