Begini Kronologi Aktivitas Anak Krakatau hingga Erupsi
Badan Geologi menjelaskan kronologi aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali mengalami erupsi pada September 2026, setelah meningkat sejak Juli 2026 dan sebelumnya mengalami seri erupsi kecil sejak erupsi besar 22 Desember 2018 yang memicu tsunami Selat Sunda. Pada 4 September 2026, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus disertai lava fountain, dan aktivitasnya mencapai titik tertinggi pada 5 September 2026. Badan Geologi mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekat dalam radius tiga kilometer dan mewaspadai potensi bahaya seperti awan panas, lava, dan abu vulkanik.
Poin-Poin Utama
- Erupsi besar Gunung Anak Krakatau terjadi pada 22 Desember 2018.
- Erupsi 2018 memicu longsoran tubuh gunung dan tsunami di Selat Sunda.
- Seri erupsi berskala kecil berlanjut hingga 16 Desember 2023.
- Aktivitas gunung mulai meningkat kembali sejak Juli 2026.
- Status Gunung Anak Krakatau dinaikkan dari Level II ke Level III pada 2 Juli 2026.
- Erupsi berlanjut pada September 2026.
- Pada 4 September 2026 pukul 23.00 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus.
- Erupsi 4 September disertai lava fountain, suara gemuruh, dan dentuman.
- Lava fountain terjadi pada gunung api dengan viskositas magma relatif rendah.
- Aktivitas tertinggi tercatat pada 5 September 2026.
- Erupsi berulang dan berlangsung secara terus-menerus menandakan suplai magma masih aktif.
- Masyarakat dilarang memasuki radius tiga kilometer dari pusat aktivitas.
- Potensi bahaya meliputi awan panas, lava, dan lontaran batu pijar.
- Hujan abu dan abu vulkanik lebat juga menjadi ancaman.
- Erupsi sering tidak otomatis berarti erupsi berskala lebih besar.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.