Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Umum Netral

Lini Masa Fase Kritis hingga Erupsi Besar Gunung Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026, 14:30 WIB Sumber: CNN Dibaca 2 kali
Ukuran:

Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau kembali erupsi sejak 2 Juli 2026 dengan status dinaikkan dari Level II ke Level III, kemudian mencapai puncaknya pada 4 September 2026 malam dengan semburan lava menerus yang berlangsung selama lebih dari satu hari sebelum mereda pada 6 September dini hari. Erupsi semburan lava tersebut merupakan karakteristik umum gunung api dengan viskositas magma rendah. Badan Geologi memperketat jarak aman hingga radius 5 km dari kawah dan melarang masyarakat beraktivitas di zona tersebut serta mewajibkan warga terdampak menggunakan masker.

Poin-Poin Utama

  • Gunung Anak Krakatau memicu semburan lava sejak Jumat 4 September.
  • Aktivitas erupsi mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak pertengahan tahun 2026.
  • Pada 2 Juli 2026, status aktivitas dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
  • Puncak erupsi terjadi pada 4 September 2026 pukul 23.00 WIB.
  • Erupsi pada 4 September disertai semburan lava terus-menerus (lava fountain).
  • Erupsi disertai suara gemuruh dan dentuman.
  • Fase erupsi menerus berlangsung selama lebih dari satu hari.
  • Erupsi berhenti pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.
  • Semburan lava terus-menerus merupakan karakteristik umum gunung api dengan viskositas magma rendah.
  • Badan Geologi memperketat jarak aman di sekitar kawah.
  • Masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 5 km dari pusat aktivitas.
  • Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas.
  • Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap aliran lava.
  • Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap lontaran batu pijar.
  • Warga yang terdampak wajib menggunakan masker.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#erupsi#bencana alam#badan geologi#aktivitas vulkanik#lava
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.

Buka Sumber di CNN

Warta Terkini Lainnya