Lini Masa Fase Kritis hingga Erupsi Besar Gunung Anak Krakatau
Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau kembali erupsi sejak 2 Juli 2026 dengan status dinaikkan dari Level II ke Level III, kemudian mencapai puncaknya pada 4 September 2026 malam dengan semburan lava menerus yang berlangsung selama lebih dari satu hari sebelum mereda pada 6 September dini hari. Erupsi semburan lava tersebut merupakan karakteristik umum gunung api dengan viskositas magma rendah. Badan Geologi memperketat jarak aman hingga radius 5 km dari kawah dan melarang masyarakat beraktivitas di zona tersebut serta mewajibkan warga terdampak menggunakan masker.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau memicu semburan lava sejak Jumat 4 September.
- Aktivitas erupsi mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak pertengahan tahun 2026.
- Pada 2 Juli 2026, status aktivitas dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
- Puncak erupsi terjadi pada 4 September 2026 pukul 23.00 WIB.
- Erupsi pada 4 September disertai semburan lava terus-menerus (lava fountain).
- Erupsi disertai suara gemuruh dan dentuman.
- Fase erupsi menerus berlangsung selama lebih dari satu hari.
- Erupsi berhenti pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.
- Semburan lava terus-menerus merupakan karakteristik umum gunung api dengan viskositas magma rendah.
- Badan Geologi memperketat jarak aman di sekitar kawah.
- Masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 5 km dari pusat aktivitas.
- Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas.
- Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap aliran lava.
- Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap lontaran batu pijar.
- Warga yang terdampak wajib menggunakan masker.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.