Menlu Inggris: Israel Tutup Mata soal 'Pembersihan Etnis' di Tepi Barat
langkah berlaku dalam 6-9 bulan. Inggris juga menolak permohonan izin ekspor senjata yang berkontribusi pada pendudukan, serta menjatuhkan sanksi terhadap sayap keuangan Hizbullah dan mengembalikan sanksi ekonomi terhadap Iran.
Poin-Poin Utama
- Menlu Inggris Ed Miliband menuding pemerintah Israel tutup mata atas pembersihan etnis di Tepi Barat.
- Miliband menyatakan kepada parlemen Inggris pada Selasa (8/9/2026).
- Istilah pembersihan etnis merujuk pada warga Palestina yang tergusur oleh pemukim Israel.
- Inggris akan memberlakukan larangan impor barang dari permukiman ilegal di wilayah pendudukan.
- Larangan impor dikoordinasikan dengan negara-negara lain.
- Inggris akan mengambil tindakan terhadap perusahaan dan individu yang menyediakan jasa konstruksi, infrastruktur, pembiayaan, atau real estat untuk perluasan permukiman.
- Langkah-langkah baru tersebut mulai berlaku dalam 6 hingga 9 bulan.
- Inggris menjatuhkan sanksi terhadap kelompok pemukim ekstremis yang mendukung atau menghasut kekerasan terhadap komunitas Palestina.
- Miliband adalah putra dari pengungsi Yahudi yang pindah ke Inggris.
- Inggris sebelumnya menangguhkan lebih dari 30 izin ekspor senjata untuk militer Israel.
- Inggris akan menolak semua permohonan izin senjata dan ekspor lain yang berkontribusi material pada pendudukan.
- Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Asosiasi Al-Qard Al-Hasan, sayap keuangan Hizbullah di Lebanon.
- Inggris memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran.
- Sanksi Iran sejalan dengan tindakan Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.